Jumat, 10 Juli 2020

Pembiayaan Usaha Baru


PEMBIAYAAN USAHA BARU

 
 
1.         Definisi Pembiayaan
Pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syariah kepada nasabah. Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang lain.
Pembiayaan adalah suatu modal yang deiperlukan untuk membuat suatu usaha. Pembiayaan sendiri merupakan hal yang paling vital dalam pembuatan usaha baru. Yang paling utama pembiayaan biasanya menggunakan uang modal, terkadang modal yang besar dibutuhkan untuk membuat suatu usaha baru. Namun tidak sedikit pula usaha yang mebutuhkan modal kecil tapi menghasilkan keuntungan yang besar. Modal ventura adalah salah satu contoh modal yang ada,

2.         Prinsip – Prinsip Pemberian Pembiayaan
Dalam melakukan penilaian permohonan pembiayaan bank syariah bagian marketing harus memperhatikan beberapa prinsip utama yang berkaitan dengan kondisi secara keseluruhan calon nasabah. Di dunia perbankan syariah prinsip penilaian dikenal dengan 5 C + 1 S , yaitu :
a.         Character
Yaitu penilaian terhadap karakter atau kepribadian calon penerima pembiayaan dengan tujuan untuk memperkirakan kemungkinan bahwa penerima pembiayaan dapat memenuhi kewajibannya.
b.         Capacity
Yaitu penilaian secara subyektif tentang kemampuan penerima pembiayaan untuk melakukan pembayaran. Kemampuan diukur dengan catatan prestasi penerima pembiayaan di masa lalu yang didukung dengan pengamatan di lapangan atas sarana usahanya seperti toko, karyawan, alat-alat, pabrik serta metode kegiatan.
c.         Capital
Yaitu penilaian terhadap kemampuan modal yang dimiliki oleh calon penerima pembiayaan yang diukur dengan posisi perusahaan secara keseluruhan yang ditujukan oleh rasio finansial dan penekanan pada komposisi modalnya.
d.         Collateral
Yaitu jaminan yang dimiliki calon penerima pembiayaan. Penilaian ini bertujuan untuk lebih meyakinkan bahwa jika suatu resiko kegagalan pembayaran tercapai terjadi , maka jaminan dapat dipakai sebagai pengganti dari kewajiban.
e.         Condition
Bank syariah harus melihat kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat secara spesifik melihat adanya keterkaitan dengan jenis usaha yang dilakukan oleh calon penerima pembiayaan. Hal tersebut karena kondisi eksternal berperan besar dalam proses berjalannya usaha calon penerima pembiayaan.
f.          Syariah
Penilaian ini dilakukan untuk menegaskan bahwa usaha yang akan dibiayaai benar-benar usaha yang tidak melanggar syariah sesuai dengan fatwa DSN “Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah Islam dalam tindakannya yang berhubungan dengan mudharabah.”

3.         Masalah pada Saat Pencarian Modal
Dalam usaha pencarian modal pastinya akan menemui masalah-masalah didalamnya mulai dari masalah yang mengarah pada sistem bisnis maupun akan kebutuhan suatu modal , Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :
a.         Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik) Kurangnya pengalaman bisnis
b.         Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin) Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
c.         Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha

4.         Kesulitan yang Biasa Dihadapi Wirausahawan
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
a.         Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
b.         Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
c.         Preferensi dari pemodal
d.         Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal.

5.         Pembiayaan Bisnis
Suatu pembiayaan bisnis sangat mengutamakan akan biaya yang berhubungan langsung dengan sistem transaksi barang / jasa dan sebelum melakukan pembiayaan bisnis seorang wirausaha haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi yaitu
a.         Identifikasi usaha yang akan dijalankan
b.         Identifikasi sumber pembiayaan
Identifikasi sumber pembiayaan terbagi kedalam dua bagian yaitu:
1)    Internal (modal perusahaan)
2)    Eksternal (investor, kredit bank)
Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis
a.         Pendanaan tahap awal
b.         Pendanaan ekspansi atau perkembangan
c.         Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts

6.         Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Untuk melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal, dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan financial yaitu :
a.         Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
b.         Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)
Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
a.         Proyeksi laporan laba/rugi
b.         Proyeksi laporan neraca
c.         Proyeksi arus kas
d.         Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas

7.         Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi).
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Unsur dasar analisa pulang pokok :
a.   Biaya tetap
b.  Biaya variabel
c.  Biaya total
d.  Pendapatan total
e.  Keuntungan
f.  Kerugian
g. Titik pulang pokok

8.         Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelun melakukan pencarian modal usaha, seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakn penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut.
Pencarian sumber modal berasal dari :
a.   Modal perusahaan
b.   Modal patungan (perusahaan dengan investor)
c.   Modal dari investor
d.   Modal pinjaman dari bank

9.         Penilaian Perusahaan
        Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantara nya seperti :
a.  Laporan laba / rugi
b.  Laporan neraca
c.  Laporan perubahan modal
d.  Laporan arus kas
      Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.
Share:

Minggu, 03 Mei 2020

Etika Bisnis


Etika Bisnis

Etika Bisnis : Menjadi Pebisnis yang Memiliki Akhlak Baik

Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Dalam perusahaan, etika bisnis dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan hingga pimpinan dalam membangun hubungan yang baik, adil, dan sehat dengan pelanggan, rekan kerja, pemegang saham, hingga masyarakat. Etika bisnis juga dapat menjadi salah satu standar bagi seluruh karyawan, termasuk manajemen.

Tujuan etika dalam berbisnis
Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang udah lama terjun di dunia bisnis, dengan tujuan bagi pengusaha adalah untuk mendorong keadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey busines atau dirty business, hal tersebut dapat merugikan banyak pihak yang terkait.
Dengan demikian, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik sehingga dapat diikuti oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis terebut memiliki etika yang baik, selain itu dapat juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik, bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasan ayang tidak kondusif pada saingan bisnisnya dan memiliki izin usaha yang sah.

Contoh Etika Bisnis
1.      Menyebut Nama, pengusaha biasanya akan menyebutkan nama secara lengkap ketika bertemu dengan orang baru. Hal ini penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa anada memiliki etika yang baik. Nmaun, jika nama anda terlalu panjang untuk diucapkan, anda dapat menyingkatnya sedikit.
2.        Berdiri Saat Berkenalan, selain menunjukkan kesopanan, berdiri saat memperkenalkan diri juga mempertegas kehadiran anda. Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk berdiri, anda dapat sedikit membungkuk. Dengan begitu, rekan bisnis akan melihat bahwa anda adalah orang memiliki nilai positif dan memiliki citra baik.
3.    Ucapkan Terima Kasih, ketika anda menghadiri suatu acara bisnis jangan pernah lupa untuk mengucapkan terimakasih, misalnya terimakasih sudah datang. namun, jangan pernah ucapkan kata tersebut secara berlebihan. Dengan mengucapkan terima kasih secara berlebihan, rekan kerja akan memandang bahwa anda sangat membutuhkan bantuan dari mereka. Setelah pertemuan selesai, ada baiknya untuk mengirimkan pesan dan mengucapkan terimakasih melalui email.
4.      Bayar tagihan ketika mengundang, terkadang pertemuan bisnis dilakukan di luar kantor, misalnya di ebuah kafe, restoran dan lain sebagainya. Sebagai tuan rumah yang mengundang pertemuan, ada baiknya membayar tagihan tersebut. Jika rekan bisnis menolak karena alasan dia laki-laki dan anda perempuan, anda tetap haru membayarnya dan katakan bahwa perusahaan akan menggantinya.

Manfaat etika dalam berbisnis
1.   Pengendalian diri, pelaku bisnis harus mampu mengendalikan diri mereka untuk tidak memperolah apapun dari siapapun dalam bentuk apapun.
2.       Pengembangan jati diri, dengan memahami etika yang baik, setiap pembisnis dapat membentuk sebuah jati diri perusahaan sehingga akan memberikan dampak yang cukup besar bagi perusahaan seperti matangnya konsep bisnis perusahaan ehingga membuat bisnis dapat berjalan dengan lancar.
3.     Suasana persaingan sehat, peraingan bisnis yang ketat baik terjadi pada internal atau eksternal perusahaan. Hal tersebut dapat diatasi dengan sehat jika memiliki kesadaran atas etika bisnis serta tanggung jawab yang baik akan menjalankan suatu bisnis.
4.        Sikap saling percaya, dengan adanya sikap saling percaya antar individu maka akan memberikan kelancaran pada suatu bisnis.
5.      Kepentingan bersama, dengan kesadaran etika pada tiap individu, akan berdampak pada pelaku bisnis untuk lebih memperhatikan kepentingan bersama dari pada kepentingan indivudi.

Prinsip Etika Bisnis Perusahaan
Ada beberapa prinsip dalam etika bisnis yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis. Berikut adalah beberapa contoh dan pengertiannya:
1.        Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi mengharuskan pelaku bisnis mengambil keputusan dengan tepat dan baik, serta mempertanggung jawabkan keputusan tersebut. Dalam menjalankan prinsip otonomi ini, dua perusahaan atau lebih bisa berkomitmen menjalankan etika bisnis dengan prinsip otonomi. Namun, masing-masing perusahaan dapat mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankannya. Karena, masing-masing perusahaan pasti memiliki kondisi dan strategi yang berbeda-beda dalam mencapai suatu tujuan perusahaan. Perusahaan secara bebas memiliki kewenangan terhadap bidang yang sesuai dengannya serta pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
2.         Prinsip Kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Tanpa kejujuran, bisnis tidak akan bertahan lama, karena kejujuran adalah kunci utama dalam kesuksesan bisnis. Prinsip ini harus diterapkan dalam segala kegiatan bisnis misalnya saat melaksanakan kontrak terhadap pihak ketiga maupun karyawan, jujur terhadap konsumen, jujur salam kerja sama, dan lain sebagainya.
3.         Prinsip Keadilan
Dalam prinsip ini berarti setiap orang yang melakukan bisnis meiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Sehingga semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik secara langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Menerapkan prinsip keadilan berarti semua pihak harus memiliki akses positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang telah diberikan untuk mendukung keberhasilan bisnis.
4.         Prinsip Loyalitas
Loyalitas adalah salah satu hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Loyalitas dalam perusahaan biasanya dapat dilihat dari kerja keras dan keseriusan dalam menjalani bisnis sesuai dengan visi dan misi. Dengan menerapkan prinsip ini, berarti tidak boleh mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi.
5.         Prinsip Integritas Moral
Setiap perusahaan harus memiliki integritas moral yang baik. Dengan begitu, perusahaan lebih dapat dipercaya masyarakat. Menerapkan prinsip ini, berarti seluruh pelaku bisnis, baik karyawan hingga manajemen harus selalu menjaga nama baik perusahaan.

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.