PEMBIAYAAN
USAHA BARU
1.
Definisi Pembiayaan
Pembiayaan
dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan
seperti bank syariah kepada nasabah. Pembiayaan secara luas berarti financing
atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi
yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang
lain.
Pembiayaan adalah
suatu modal yang deiperlukan untuk membuat suatu usaha. Pembiayaan sendiri
merupakan hal yang paling vital dalam pembuatan usaha baru. Yang paling utama
pembiayaan biasanya menggunakan uang modal, terkadang modal yang besar
dibutuhkan untuk membuat suatu usaha baru. Namun tidak sedikit pula usaha yang
mebutuhkan modal kecil tapi menghasilkan keuntungan yang besar. Modal ventura
adalah salah satu contoh modal yang ada,
2.
Prinsip – Prinsip Pemberian Pembiayaan
Dalam melakukan
penilaian permohonan pembiayaan bank syariah bagian marketing harus
memperhatikan beberapa prinsip utama yang berkaitan dengan kondisi secara
keseluruhan calon nasabah. Di dunia perbankan syariah prinsip penilaian dikenal
dengan 5 C + 1 S , yaitu :
a.
Character
Yaitu penilaian terhadap karakter atau kepribadian calon penerima
pembiayaan dengan tujuan untuk memperkirakan kemungkinan bahwa penerima
pembiayaan dapat memenuhi kewajibannya.
b.
Capacity
Yaitu penilaian secara subyektif tentang kemampuan penerima
pembiayaan untuk melakukan pembayaran. Kemampuan diukur dengan catatan prestasi
penerima pembiayaan di masa lalu yang didukung dengan pengamatan di lapangan
atas sarana usahanya seperti toko, karyawan, alat-alat, pabrik serta metode
kegiatan.
c.
Capital
Yaitu penilaian terhadap kemampuan modal yang dimiliki oleh calon
penerima pembiayaan yang diukur dengan posisi perusahaan secara keseluruhan
yang ditujukan oleh rasio finansial dan penekanan pada komposisi modalnya.
d.
Collateral
Yaitu jaminan yang dimiliki calon penerima pembiayaan. Penilaian ini
bertujuan untuk lebih meyakinkan bahwa jika suatu resiko kegagalan pembayaran
tercapai terjadi , maka jaminan dapat dipakai sebagai pengganti dari kewajiban.
e.
Condition
Bank syariah harus melihat kondisi ekonomi yang terjadi di
masyarakat secara spesifik melihat adanya keterkaitan dengan jenis usaha yang
dilakukan oleh calon penerima pembiayaan. Hal tersebut karena kondisi eksternal
berperan besar dalam proses berjalannya usaha calon penerima pembiayaan.
f.
Syariah
Penilaian ini dilakukan untuk menegaskan bahwa usaha yang akan
dibiayaai benar-benar usaha yang tidak melanggar syariah sesuai dengan fatwa
DSN “Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah Islam dalam tindakannya yang
berhubungan dengan mudharabah.”
3.
Masalah pada Saat Pencarian Modal
Dalam usaha
pencarian modal pastinya akan menemui masalah-masalah didalamnya mulai dari
masalah yang mengarah pada sistem bisnis maupun akan kebutuhan suatu modal ,
Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :
a.
Kurangnya ketajaman bisnis
(misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan
baik) Kurangnya pengalaman bisnis
b.
Harus dapat mengidentifikasi
lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin) Harus
ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
c.
Harus ada identifikasi tujuan
dari penggunaan modal usaha
4.
Kesulitan yang Biasa Dihadapi Wirausahawan
Masalah yang
berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
a.
Kegagalan perusahaan untuk
menindaklanjuti
b.
Kurangnya pengalaman dan
ketajaman bisnis
c.
Preferensi dari pemodal
d.
Kurangnya hubungan dengan
sumber-sumber modal.
5.
Pembiayaan Bisnis
Suatu pembiayaan
bisnis sangat mengutamakan akan biaya yang berhubungan langsung dengan sistem
transaksi barang / jasa dan sebelum melakukan pembiayaan bisnis seorang
wirausaha haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi yaitu
a.
Identifikasi usaha yang akan
dijalankan
b.
Identifikasi sumber pembiayaan
Identifikasi
sumber pembiayaan terbagi kedalam dua bagian yaitu:
1)
Internal (modal perusahaan)
2)
Eksternal (investor, kredit
bank)
Tiga tahap
pendanaan pengembangan bisnis
a.
Pendanaan tahap awal
b.
Pendanaan ekspansi atau
perkembangan
c.
Pembiayaan akuisisi dan
leveraged buyouts
6.
Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Untuk melakukan
usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal, dan
memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. selain itu juga seorang
wirausaha harus ada perencanaan financial yaitu :
a.
Perencanaan likuiditas
(dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
b.
Perencanaan laba (proyeksi
perolehan laba)
Ada beberapa cara
untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
a.
Proyeksi laporan laba/rugi
b.
Proyeksi laporan neraca
c.
Proyeksi arus kas
d.
Ringkasan tentang kebutuhan dan
penggunaan kas
7.
Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang
pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus
dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat
laba tapi juga tidak menderita rugi).
Analisa Pulang
Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai
tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat
produksi. Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok
8.
Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelun melakukan
pencarian modal usaha, seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakn
penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut.
Pencarian sumber modal berasal dari :
Pencarian sumber modal berasal dari :
a. Modal perusahaan
b. Modal patungan (perusahaan dengan
investor)
c. Modal dari investor
d. Modal pinjaman dari bank
9.
Penilaian Perusahaan
Seorang wirausahawan perlu melakukan
penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan
penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan,
diantara nya seperti :
a. Laporan laba / rugi
b. Laporan neraca
c. Laporan perubahan modal
d. Laporan arus kas
Melakukan evaluasi eksternal
(melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.




0 komentar:
Posting Komentar