Minggu, 29 Maret 2020

Cara Menyusun Rencana Bisnis


Cara Menyusun Rencana Bisnis


Setiap bisnis membutuhkan rencana bisnis, terutama bisnis baru dan bisnis yang mengharapkan perubahan atau pertumbuhan. Sayangnya, banyak pebisnis yang hanya memiliki sedikit pengalaman dalam membuat rencana bisnis. Mereka tidak mengetahui alasan mengapa mereka membuat rencana bisnis atau untuk siapa rencana tersebut sesungguhnya ditujukan. Lemahnya pemahaman mengenai perencanaan bisnis sering menyebabkan kegagalan bagi sebuah bisnis. Hal itu menyebabkan perencanaan strategis adalah kunci sukses untuk mengembangkan bisnis. Rencana bisnis berfokus pada tercapainya sebuah tujuan. Tentunya tujuan bagi sebuah usaha adalah keuntungan dan keberlangsungan usaha. Sukses sebuah bisnis ditentukan dalam perencanaan strategis dan langkah-langkah usaha untuk menerapkan rencana tersebut.
Ada tujuh komponen dalam menyusun rencana bisnis (Business Plan), semua bagian tersebut penting, saling terkait dan berhubungan dalam kegiatan perencanaan bisnis sehingga menghasilkan sebuah persiapan yang baik untuk memulai bisnis. Wartawirausaha kali ini akan membahas secara singkat tentang bagaimana membuat rencana bisnis yang sederhana, tentu konsep ini dapat anda kembangkan sesuai kebutuhan agar dapat menemukan konsep yang paling cocok dan fleksibel. Dalam artikel kedua juga kami sertakan contoh gambaran sederhana menyusun rencana bisnis membuat situs marketplace. Berikut adalah komponen-komponen penting dalam menyusun sebuah rencana bisnis.
                     1. Ulasan Deskripsi Bisnis
Disini anda harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan.Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa depan. Juga berikan informasi peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar yang ada.
             2. Strategi Pemasaran
 Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus anda gunakan untuk menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan pasar sehingga target penjualan dapat ditentukan (kemana produk anda akan dipasarkan).
3. Analisa Pesaing
Analisa Pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing anda dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatannya, kemudian mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing. Anda juga harus mencari strategi untuk menghalangi pesaing masuk dan meniru strategi yang sama dengan anda. Demikian juga dengan kelemahan yang ditemukan, dapat dieksploitasi dengan mengembangkan produk yang lebih baik dari pesaing anda.
4.  Rencana Desain dan Pengembangan
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Ini berguna untuk membuat rencana anggaran biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan.
5. Rencana Operasional dan Manajemen
Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistic perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
6. Pembiayaan
Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Darimana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi dalam perusahaan agar berjalan lancar. 
7. Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan. Anda dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha.
Bagi seorang wirausaha menjalankan roda bisnis tentu merupakan sebuah langkah yang menciptakan tantangan tersendiri. Hal ini karena bisnis yang dijalankan bisa memunculkan dua kemungkinan sukses atau gagal. Beraneka ragam tantangan dan rintangan akan dihadapi wirausaha saat mengarungi perjalanan bisnisnya. Meskipun banyak wirausaha yang menganggap bahwa tantangan dan kondisi tak tentu dari bisnis merupakan sebuah hal yang bersifat wajar dan biasa, namun banyak juga pebisnis yang tidak siap  menghadapi situasi ini. Maka untuk membuat bisnis menjadi lebih terarah saat dijalani, semua pebisnis hendaknya perlu merancang sebuah rencana bisnis (business plan). Jika untuk menjadikan pelajaran lebih mengalir seorang guru akan menggunakan rancangan pembelajaran dan peta konsep, maka bagi wirausaha rencana bisnis (business plan) inilah medianya. Lalu apa saja kegunaan dan manfaat dari rencana bisnis (business plan) sesungguhnya bagi wirausaha ? 
1.      Untuk mengawali sebuah bisnis
2.      Mencari sumber dana
3.      Membuat bisnis lebih fokus dan terarah
4.      Memprediksi masa depan
5.      Meningkatkan level bisnis.  
Mengingat begitu pentingnya sebuah rencana bisnis ini, maka wirausaha harus mengerti dan memahami teknik atau langkah-langkah menuliskan rencana bisnis ini. Rencana bisnis memang sebaiknya ditulis, hal ini dilakukan agar wirausaha sebagai penyusun rencana bisnis tidak mudah lupa dan rencana bisnis yang disusun lebih sistematis.  Sebelum benar-benar menuliskan rencana bisnis, anda harus sudah bisa mengenal dengan baik bisnis Anda. Dalam hal ini, pelajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam tentang bentuk, potensi dan segala tantangan yang ada pada bisnis Anda. Oleh karena itu pada dukungan keuangan yang besar; dan yang berencana untuk go public di masa mendatang. Tetapi, jika penyusunan rencana bisnis bukan untuk salah satu tujuan di atas, apa perlunya rencana bisnis tersebut? Jawabannya adalah jika seluruh perusahaan dibiayai dana pribadi; jika perusahaan tidak pernah berpikir untuk mengambil pinjaman baik jangka pendek maupun panjang; jika perusahaan tidak pernah mengambil kredit; jika perusahaan tidak pernah berencana untuk tumbuh dan menjadi lebih besar daripada yang ada sekarang ini; maka benar bahwa perusahaan tidak membutuhkan rencana bisnis. Akan tetapi, jika perusahaan membutuhkan suntikan dana besar untuk membuatnya bertahan di fase awal, misalnya atau untuk mendanai rencana ekspansi maka perusahaan pasti membutuhkan rencana bisnis. Pertanyaannya adalah mengapa para kreditor dan investor ingin melihat rencana bisnis? Berikut ini beberapa alasan:
1.    Rencana bisnis selalu mengandung informasi keuangan –historis, sekarang maupun yang akan datang.
2.     Rencana bisnis memberikan penjelasan mengenai perusahaan dan pasarnya.
3. Rencana bisnis memuat seluruh rencana dan strategi perusahaan untuk memperoleh kesuksesan.
4.     Rencana bisnis memberitahukan kepada mitra keuangan potensial tentang perusahaan. 
Ringkasnya, sebuah rencana bisnis mengandung semua yang dibutuhkan para investor dan kreditor potensial untuk keputusan memberikan atau tidak memberikan investasi atau pinjaman. Tanpa rencana bisnis, perusahaan tidak akan pernah mendapatkannya. Berikut adalah ilustrasi betapa pentingnya perusahaan memiliki rencana bisnis, di mana rencana bisnis yang dimiliki perusahaan akan mencerminkan antisipasi tanggapan yang akan diberikan oleh perusahaan terhadap konstelasi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah.


Share:

Dasar - Dasar Kewirausahaan

DASAR-DASAR KEWIRAUSAHAAN


Kewirausahaan merupakan suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah.. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Kewirausahaan memiliki beberapa dasar-dasar Para ahli yang mengemukakan kerakteristik kewirausahaan dengan berbagai konsep yang berbeda-beda. Karakteristik wirausaha antara lain:
1.   Komitmen yang tinggi.
Kerja keras, dan agar sukses dalam meluncurkan perusahaan, seorang wirausahawan harusmemiliki komitmen penuh. Para pendiri bisnis sering kali membenamkan diri sepenuhnya dalamperusahaan mereka. Kebanyakan wirausahawan harus melewati rintangan yang tampakmengecilkan hati ketika meluncurkan perusahaan dan mempertahankan perkembangannya.Hal ini memerlukan komitmen.
2.   Toleransi terhadap amibiguitas.
Para wirausahawan cenderung memiliki toleransi tinggi terhadap situasi yang selalu berubahdan ambigu, lingkungan tempat kerja kebanyakan dari mereka. Kemampuan untuk menanganiketidakpastian ini sangat penting sebab dengan menggunakan informasi-informasi baru yangkadang-kadang bertentangan yang diperoleh dari berbagai sumber yang tidak lazim.
3.   Fleksibilitas.
Ciri khas wirausahawan sejati adalah kemampuan mereka beradaptasi dengan perubahanpermintaan pelanggan dan bisnisnya. Dalam ekonomi global yang berubah dengan cepat ini,kekakuan sering mengakibatkan kegagalan. Dengan berubahnya masyarakat kita,orang-orangnya, dan seleranya, para wirausahawan juga harus bersedia menyesuaikanbisnisnya untuk memenuhi perubahan-perubahan ini. Ketika ide mereka gagal mengangkatharapan mereka, para wirausahawan yang berhasil bisa langsung mengubahnya.
4    Keuletan.
Hambatan, rintangan, dan kekalahan umumnya tidak menghalangi para wirausahawan yangbertekad baja menggapai visi mereka. Dan mereka terus mencoba.
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh bebagai faktor baik eksternal maupun internal. Menurut Sujuti Jahja (1977), faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan, kemampuan, dan kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perilaku adalah kesempatan atau peluang. Sikap kewirausahaan meliputi keterbukaan, kebebasan, pandangan yang luas, berorientasi pada masa depan, berencana, berkeyakinan, sadar, menghormati orang lain dan menghargai pendapat orang lain. Masing-masing karakteristik kewirausahaan memiliki makna tersendiri yang disebut nilai. Nilai-nilai kewirausahaan identik dengan sistem nilai yang melekat pada sistem nilai manager. Ada empat nilai dengan orientasi dan ciri-ciri masing-masing sebagai berikut:
  1. Wirausaha yang berorientasi kemajuan untuk memperoleh materi, ciri-cirnya pengambilan resiko, terbuka terhadap teknologi, dan mengutamakan materi.
  2. Wirausaha yang berorientasi pada kemajuan tetapi bukan untuk mengejar materi. Wirausaha ini hanya ingin mewujudkan rasa tanggung jawab, pelayanan, sikap positif, dan kreativitas.
  3. Wirausaha yang berorientasi pada materi, dengan berpatokan pada kebiasaan yang sudah ada, misalnya dalam perhitungan usaha dengan kira-kira, sering menghadap ke arah tertentu (aliran fengshui) supaya berhasil.
  4. Wirausaha yang berorientasi pada non-materi, dengan bekerja berdasarkan kebiasaan, wirausaha model ini biasanya tergantung pada pengalaman, berhitung dengan menggunakan mistik, paham etnosentris, dan taat pada tata cara leluhur.
Survei menunjukkan bahwa para pemilik bisnis kecil meyakini bahwa mereka bekerja lebih keras, menghasilkan lebih banyak uang, dan merasa lebih bahagia daripada bekerja untuk orang lain atau perusahaan lain. Bahkan penelitian yang dilakukan oleh Gallup Organization menemukan bahwa 86 persen dari pemilik bisnis kecil lebih memilih memiliki perusahaan sendiri jika harus memulai dari nol. Sebelum mendirikan usaha bisnis apa pun, setiap calon wirausahawan harus mempertimbangkan manfaat-manfaat dari kepemilikan bisnis kecil.
1. Peluang untuk Menentukan Nasib Anda Sendiri
Memiliki perusahaan sendiri memberikan kebebasan dan peluang bagi para wirausahawan untuk mencapai apa yang penting baginya. Para wirausahawan ingin “mencoba memenangkan” hidup mereka, dan mereka menggunakan bisnis mereka untuk mewujudkan keinginan itu. Seperti Dough Danforth, para wirausahawan meraih penghargaan intrinsik dengan mengetahui faktor pendorong di belakang bisnis mereka.
2. Peluang untuk Melakukan Perubahan
Semakin banyak wirausahawan yang memulai bisnis karena mereka melihat peluang untuk membuat perubahan yang menurut mereka penting. Mungkin berupa keinginan menyediakan perumahan murah yang layak untuk keluarga di negara yang sedang berkembang atau mendirikan program daur ulang untuk melestarikan sumber daya bumi yang terbatas, para usahawan kini menemukan cara untuk mengkombinasikan kepedulian sosial mereka dengan keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
3.  Peluang untuk Mencapai Potensi Sepenuhnya
Telalu banyak orang yang merasakan bahwa pekerjaan mereka membosankan, tidak menantang, dan tidak menarik. Akan tetapi hal itu tidak berlaku bagi wirausahawan ! bagi mereka tidak banyak perbedaan antara bekerja dan bermain; keduanya sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki para wirausahawan merupakan alat untuk mengungkapkan dan mengaktualisasi diri. Mereka mengetahui bahwa satu-satunya batasan terhadap keberhasilan mereka adalah segala hal yang ditentukan oleh kreativitas, antusiasme, dan visi mereka sendiri. Memiliki perusahaan sendiri membuat mereka merasakan adanya pemberdayaan. Barbie Dallman memulai bisnis jasa riwayat hidup pada umur 30 tahun, setelah meningggalkan rasa aman (dan percekcokan) yang diberikan perusahaan tempatnya bekerja. Ia mengatakan, “Memulai perusahaan milik saya sendiri merupakan kebangkitan spiritual. Saya menyadari apa yang penting bagi saya- mampu mengikuti minat saya sendiri.
4. Peluang untuk Meraih Keuntungan yang menakjubkan
Walaupun uang bukan daya dorong utama bagi kebanyakan wirausahawan, keuntungan bisnis merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan perusahaan. Kebanyakan wirausahawan tidak pernah menjadi super kaya, tetapi banyak di antara mereka yang memang menjadi makmur. Pada kenyataannya, hampir 75 persen dari mereka termasuk dalam daftar 400 orang terkaya Amerika versi Forbes merupakan wirausahawan generasi pertama ! Menurut penelitian Thomas Stanley dan William Danko, permilik perusahaan sendiri mencapai dua per tiga dari jutawan Amerika. “Orang-orang yang bekerja untuk diri sendiri memiliki peluang empat kali lebih besar untuk menjadi jutawan daripada orang-orang yang bekerja untuk orang lain,” ujar Danko. Bisnis jutawan biasanya bukan berupa perusahaan yang glamor dan berteknologi tinggi; sebaliknya, malah tidak glamor – besi bekas, pengelasan, pengumpulan sampah, dan sejenisnya.
5. Peluang untuk Berperan dalam Masyarakat dan Mendapatkan Pengakuan atas Usaha Anda
Pemilik bisnis kecil sering kali merupakan warga masyarakat yang paling dihormati dan paling dipercaya. Kesepakatan bisnis berdasarkan kepercayaan dan saling menghormati adalah ciri perusahaan kecil. Para pemilik perusahaan kecil menyukai kepercayaan dan pengakuan yang diterima dari pelanggan yang telah mereka layani dengan setia selama bertahun-tahun. Studi yang dilakukan oleh National Federation of Independent Business menemukan bahwa 78 persen orang Amerika yakin bahwa bisnis kecil memberikan pengaruh positif terhadap arah negara, hanya satu tingkat di bawah ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Peluang untuk Melakukan Sesuatu yang Anda Sukai dan Bersenang-senang dalam Mengerjakannya
Yang umumnya dirasakan oleh pemilik perusahaan kecil adalah bahwa kegiatan kerja mereka yang sesungguhnya bukanlah kerja. Kebanyakan wirausahawan yang berhasil masuk dalam bisnis tertentu sebab mereka tertarik dan menyukai pekerjaan tersebut.mereka membuat hobi mereka menjadi pekerjaaan mereka sehingga mereka senang melakukannya. Para wirausahawan ini mengikuti nasihat Harvey Mc Kay: “Carilah pekerjaan yang Anda sukai dan anda tidak akan pernah merasa terpaksa harus melakukannya sehari penuh dalam hidup anda.” Yang menjadi penghargaan terbesar bagi wirausahawan bukanlah tujuannya, melainkan perjalanannya. “memulai sebuah perusahaan merupakan hal yang sangat sulit,” kata wirausahawan dan peneliti usaha kecil David Birch. “ Risikonya sangat banyak; rasa khawatir sangatlah besar. Satu-satunya bisnis yang harus anda mulai adalah bisnis di bidang yang paling anda minati. Bila tidak, anda tidak akan tahan meneruskannya. Masukalh ke dalam [bisnis] karena anda menggandrungi bidang itu.”

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.