Budaya
Farhan Sa'adillah
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang
berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk
lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan
atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk
material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai
dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berbicara mengenai manusia pastinya tidak akan ada habisnya. Manusia yang merupakan makhluk hidup paling sempurna diantara makhluk hidup lainnya memiliki peranan yang penting di kehidupan. Sebagai makhluk hidup yang sempurna, manusia memiliki akal, pikiran dan hati nurani dalam bertindak di berbagai ruang lingkup kehidupannya. Dalam mengatur kehidupan, manusia memiliki peraturan yang harus dipatuhi agar kehidupan mereka dapat berjalan dengan baik. hubungan antar manusia karena mereka menyadari jika manusia tidak dapat hidup di dunia tanpa adanya bantuan dari manusia yang lain. Hal inilah yang membuat manusia perlu menjaga kelakuan dan tindak tanduk di masyarakat agar tidak menjadi manusia dengan pribadi yang buruk.
Pengertian Agama
Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan. Agama diyakini sebagai suatu kumpulan keayakinan warisan nenek moyang dan perasaan-perasaan pribadi, suatu peniruan terhadap modus-modus, ritual-ritual, aturan-aturan, konvensi-konvensi dan praktek-praktek secara sosial telah mantap selama genarasi demi generasi.
Agama adalah penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama. Lebih luasnya lagi, agama juga bisa diartikan sebagai jalan hidup. Yakni bahwa seluruh aktivitas lahir dan batin pemeluknya diatur oleh agama yang dianutnya. Bagaimana kita makan, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita beribadah, dan sebagainya ditentukan oleh aturan/tata cara agama.
Hubungan Manusia dengan Agama
- Hubungan manusia dan agama dalam tipe hubungan atas bawah
Salah satu kristalisasi imajinasi kemanusiaan orang-orang yang beragama dalam pemaknaan hubungannya dengan Tuhan adalah keterikatan terhadap kesadaran bahwa dirinya adalah mahluk yang ada di bawah yang serba tergantung kepada Khaliq yang ada di atas. Berbagai ekspresi muncul dari hubungan macam ini, baik secara fisik maupun secara ideologis.
Sebagai mahluk yang berada di bawah dan bergantung pada kekuasaan yang ada di atas dan Maha Agung, dengan bekal integritas kemanusiannya menyadari keadaan dirinya dan ia menggambarkan akhir hidupnya dengan mati.
Keaslian hubungan manusia yang ada di bawah dengan Tuhannya yang ada di atas ditandai juga oleh kesadarannya bahwa manusia itu telah kehilangan surga dan kesatuannya dengan alam, sehingga ia menjadi pengembara yang abadi dan ia terpaksa menghadapi dunia ini. Bahkan kemudian berusaha mencari tahu tentang sesuatu yang tidak diketahuinya. Yang lebih menarik lagi manusia harus mengadakan perhitungan terhadap dirinya sendiri dari arti eksistensi kehadirannya.
- Hubungan Manusia dan Agama dalam tipe hubungan fungsionalis
Dilihat dari sudut pandang teori fungsionalis, pentingnya agama dalam kehidupan manusia berkaitan erat dengan hadirnya sebagai unsure pengalaman hidup yang berakar pada ketidakpastian, ketidakberadayaan dan kelangkaan yang memang merupakan karakteristik fundamental kondisi manusia.
Agama berfungsi sebagai cakrawala pandang tentang dunia luar yang tidak terjangkau oleh manusia (beyond), dalam arti di mana deprivasi dan frustasi dapat dialami sebagai sesuatu yang mempunyai makna. Yang kedua adalah sarana ritual yang memungkinkan hubungan manusia dengan hal di luar jangkauannya, yang memberikan jaminan dan keselamatan bagi manusia mempertahankan moralnya
- Hubungan manusia dan agama dalam tipe hubungan pengabdian
Menurut Henry Nelson Wienman tanda dan bukti keagamaan seseorang yang paling puncak adalah wujud nyata mengamalkan ajaran agamanya, sesudah ia mempercayai kekuatan yang Maha Kuasa, kepercayaan itu digerakan oleh oleh motivasi instrinsiknya, dan percaya bahwa dengan mendasarkan pada hal itu manusia akan memperoleh kebaikan dan dapat menghindarkan diri dari sesuatu yang merugikan atau menyakitkan.
Dalam terminology agama manusia akan merealisasikan hubungannya dengan Yang Maha Kuasa itu dalam bentuk ritual peribadatan. Disinilah akan melibatkan seluruh aspek kemanusiaan seseorang untuk mewujudkan rasa kontak dan dialognya dengan Tuhan. Oleh karena itu tidak sah kalau dikatakan bahwa tingkah laku ibadah sebagai wujud pengabdian seseorang merupakan manifestasi yang hakiki mengenai hubungan manusia dengan agamanya.
Kesimpulan
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Manusia yang merupakan makhluk hidup paling sempurna diantara makhluk hidup lainnya memiliki peranan yang penting di kehidupan. Dalam mengatur kehidupan, manusia memiliki peraturan yang harus dipatuhi agar kehidupan mereka dapat berjalan dengan baik.
Agama adalah penghambaan manusia kepada Tuhannya Lebih luasnya lagi, agama juga bisa diartikan sebagai jalan hidup. Yakni bahwa seluruh aktivitas lahir dan batin pemeluknya diatur oleh agama yang dianutnya. Hubungan antara manusia dengan agamapun sangat berkaitan erat karena fungsi agama adalah sebagai sumber pedoman hidup dan keyakinan bagi individu maupun kelompok yang Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. Dan sebagai makhluk sosial kita harus saling bertoleransi kepada semua orang walaupun berbeda keyakinan.
Oke sekian sampai disini hubungan manusia dengan agama, sampai jumpa di post berikutnya :D. Jangan lupa pada siapa pencipta kalian ya, dan selalu mendekatkan diri pada-Nya.
Source : http://pengayaan.com/
http://syahrur23.blogspot.co.id/





0 komentar:
Posting Komentar