Senin, 28 November 2016

Mengetahui Fakta Medis dari Mitos Tidur Rep-Repan


          Pernahkah kalian terbangun dari tidur, namun sulit bergerak ataupun berteriak? Atau saat anda membuka mata, tubuhmu tidak bisa bergerak, nafas sesak menjadi, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menahan segala pergerakan kalian. Atau saat anda membuka mulut dan hendak berteriak, tidak terdengar suara yang keluar. Dan bahkan seperti ada seseorang atau sosok yang mencekik atau menindih kalian namun anda tidak bisa berbuat apa-apa. Kondisi seperti demikian biasa disebut dengan rep-repan.
   
          Rep-repan memang telah menjadi istilah umum di Indonesia. Rep-repan adalah istilah terhadap kondisi dimana anda tiba-tiba terbangun dari tidur namun sulit bergerak atau berteriak minta tolong. Tubuh anda seakan-akan ditindih oleh makhluk yang tidak kasat mata, sehingga membuat nafas anda sesak. Banyak yang percaya ada campur tangan makhluk halus dalam kejadian itu. Bahwa yang menindih adalah makhluk halus besar yang beniat mengganggu seseorang yang tengah terlelap tidur. Mitos ini terus dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.

          Sebagian mengkaitkan jika rep-repan terjadi karena di ruangan tersebut dihuni makhluk halus jahil. Atau ada pula yang meyakini rep-repan adalah situasi dimana jasad seseorang yang sedang tertidur berusaha dirasuki oleh makhluk halus.

          Namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan rep-repan? Menurut ilmu medis, kondisi rep-repan hanyalah gejala fisik belaka dan tidak terkait makhluk alam lain. Rep-repan dalam bahasa ilmiah bisa disebut juga Sleep Paralysis atau tidur lumpuh. Dinamakan tidur lumpuh karena memang saat itu terjadi, tubuh serasa lumpuh dan sulit digerakan.

          Selain merasa dicengkram kuat dan ditindih oleh satu kekuatan besar, biasanya seseorang yang terena rep-repan mengalami halusinasi. Seperti melihat penampakan sosok makhluk halus di sekitarnya. Sehingga wajar jika orang-orang dahulu kerap menghubung-hubungkan rep-repan dengan hal berbau mistis.

         Menurut peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, Al Cheyne, rep-repan adalah kondisi yang disebabkan kurang tidur atau terlalu lelah sehingga mengganggu gelombang otak saat sedang tidur. Rep-repan juga kerap menerpa seseorang yang pola tidurnya tidak teratur.

          Seperti diketahui, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam empat tahapan. Yaitu tahap pertama adalah kondisi seseorang masih setengah sadar, tahap kedua adalah tidur yang lebih dalam, tahap ketiga adalah tidur paling dalam dan tahap keempat adalah tidur terdalam. Tahap tidur keempat biasa disebut REM (Rapid Eye Movement). Di tahap REM inilah biasanya rep-repan terjadi.

          Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak kerap tidak mengikuti alur tahapan tidur yang semestinya. Dari keadaan sadar saat hendak tidur ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahap REM. Ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, maka terjadilah apa yang dinamakan rep-repan. Yaitu seseorang merasa sadar, tapi sulit menggerakkan tubuhnya.

          Bagi anda yang sering mengalami kejadian ini, maka perlu memeriksa kondisi fisik anda. Apakah anda selama beberapa hari terakhir kurang tidur? Atau terlalu lelah dalam kerjaan? Atau pola tidur tidak teratur? Cobalah untuk mengubah pola tidur anda menjadi lebih teratur. Jika masih sering mengalaminya, maka hal itu jangan dianggap remeh. Karena rep-repan bisa juga merupakan pertanda serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk atau istilah ilmiahnya narcolepsy atau depresi. Oleh karenanya, jika rep-repan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

          Jadi, dari sekarang mulailah menjalankan pola hidup serta pola tidur yang sehat agar memperkecil resiko terjadi rep-repan atau Sleep Paralysis. Sekian sampai disini, semoga kalian bisa tidur nyenyak dan mimpi indah selalu:p See u next post:)

Source : http://neomisteri.com/
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.